MIPA ONLINE SMKN 20 JAKARTA - PENGERTIAN EKOSISTEM

MIPA SMKN 20 ONLINE
Welcome, Guest Tuesday, 12.06.2016, 1:09 PM
RSS

Site menu

Login form

Search

Calendar
«  December 2016  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Entries archive

Our poll
Rate my site
Total of answers: 17

Site friends
  • Create a free website
  • Online Desktop
  • Free Online Games
  • Video Tutorials
  • All HTML Tags
  • Browser Kits

  • Statistics

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0

     PENGERTIAN EKOSISTEM 

    PENGERTIAN EKOSISTEM

    Pengertian ekosistem pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli ekologi
    berkebangsaan Inggris bernama A.G. Tansley pada tahun 1935, walaupun
    konsep itu bukan merupakan konsep yang baru. Sebelum akhir tahun
    1800-an, pernyataan-pernyataan resmi tentang istilah dan konsep yang
    berkaitan dengan ekosistem mulai terbit cukup menarik dalam
    literatur-literatur ekologi di Amerika, Eropa, dan Rusia (Odum, 1993).


    Beberapa definisi tentang ekosistem dapat diuraikan sebagai berikut :


    1. Ekosistem adalah suatu unit ekologi yang di dalamnya terdapat hubungan
      antara struktur dan fungsi. Struktur yang dimaksudkan dalam definisi
      ekosistem tersebut adalah berhubungan dengan keanekaragaman spesies
      (species diversity). Ekosistem yang mempunyai struktur yang kompleks,
      memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi. Sedangkan istilah fungsi
      dalam definisi ekosistem menurut A.G. Tansley berhubungan dengan siklus
      materi dan arus energi melalui komponen komponen ekosistem.

    2. Ekosistem atau sistem ekologi adalah merupakan pertukaran bahan-bahan
      antara bagian-bagian yang hidup dan yang tak hidup di dalam suatu
      sistem. Ekosistem dicirikan dengan berlangsungnya pertukaran materi dan
      transformasi energi yang sepenuhnya berlangsung diantara berbagai
      komponen dalam sistem itu sendiri atau dengan sistem lain di luarnya.

    3. Ekosistem adalah tatanan dari satuan unsur-unsur lingkungan hidup dan
      kehidupan (biotik maupun abiotik) secara utuh dan menyeluruh, yang
      saling mempengaruhi dan saling tergantung satu dengan yang lainnya.
      Ekosistem mengandung keanekaragaman jenis dalam suatu komunitas dengan
      lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan interaksi kehidupan
      dalam alam (Dephut, 1997).
    4. Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan
      secara kompleks di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan, dan binatang
      yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga
      semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran
      energi (Woodbury, 1954 dalam Setiadi, 1983).
    5. Ekosistem,
      yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercakup
      organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan di
      antara keduanya saling memengaruhi (Odum, 1993). Ekosistem dikatakan
      sebagai suatu unit fungsional dasar dalam ekologi karena merupakan
      satuan terkecil yang memiliki komponen secara lengkap, memiliki relung
      ekologi secara lengkap, serta terdapat proses ekologi secara lengkap,
      sehingga di dalam unit ini siklus materi dan arus energi terjadi sesuai
      dengan kondisi ekosistemnya.
    6. Ekosistem, yaitu tatanan
      kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup
      yang saling memengaruhi (UU Lingkungan Hidup Tahun 1997). Unsur-unsur
      lingkungan hidup baik unsur biotik maupun abiotik, baik makhluk hidup
      maupun benda mati, semuanya tersusun sebagai satu kesatuan dalam
      ekosistem yang masing-masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa
      hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling mempengaruhi,
      saling berinteraksi, sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan.

    7. Ekosistem, yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
      timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (Soemarwoto,
      1983). Tingkatan organisasi ini dikatakan sebagai suatu sistem karena
      memiliki komponen-komponen dengan fungsi berbeda yang terkoordinasi
      secara baik sehingga masing-masing komponen terjadi hubungan timbal
      balik. Hubungan timbal balik terwujudkan dalam rantai makanan dan
      jaring makanan yang pada setiap proses ini terjadi aliran energi dan
      siklus materi.

    Website builderuCoz
    Copyright MyCorp © 2016